Kalau bicara specialty coffee, ada satu nama yang tidak boleh terlewat: caturra. Caturra adalah varietas dari tanaman kopi bourbon, yang dikenal dengan rasanya yang manis, kompleks, dan crisp. Bourbon sendiri termasuk dalam spesies arabica. Meski arabica berasal dari Ethiopia (sesuai namanya), caturra justru pertama kali ditemukan ribuan mil jauhnya, di Brazil. Caturra mudah beradaptasi di hampir semua lingkungan tanam kopi, tapi tumbuh paling baik di ketinggian 1200 sampai 2000 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan tahunan 2500 sampai 3500 mm.
Sampai di sini, Anda mungkin penasaran kenapa namanya "caturra". Konon, dalam bahasa Portugis caturra merujuk pada sejenis burung beo, kemungkinan burung peliharaan dari keluarga cockatiel.
Kini caturra sudah jarang ditemukan di Brazil, tapi masih mudah dijumpai di Kolombia, Kosta Rika, dan Nikaragua. Varian yang paling umum adalah yellow caturra dan red caturra, yang juga ada di Indonesia sejak era kolonial Belanda. Waktu itu, pemerintah Hindia Belanda punya perkebunan kopi caturra di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Perkebunan-perkebunan itu sempat terlupakan setelah Indonesia merdeka, tapi varietas ini perlahan kembali naik daun seiring makin populernya kopi sebagai minuman sehari-hari.
Yellow Caturra di Indonesia
Konon, jumlah pohon yellow caturra di Indonesia tidak sampai 1000, angka yang sangat kecil untuk ukuran perkebunan kopi. Karakternya sesuai namanya: buahnya menguning saat matang sempurna. Bijinya cenderung kecil, tapi teksturnya keras. Yellow caturra juga punya aroma yang kuat dengan sentuhan manis fruity atau floral, dan keasaman yang tidak berlebihan.
Red Caturra di Indonesia
Kalau Anda pernah ke Dataran Tinggi Dieng, berarti Anda pernah berada di tempat red caturra paling banyak ditanam. Pada era kolonial Belanda, Dieng termasuk salah satu area paling favorit (kalau bukan yang paling favorit) untuk perkebunan kopi. Berbeda dari kembarannya, tapi tetap sesuai namanya, buah red caturra memerah saat matang sempurna, seperti kopi pada umumnya. Bedanya, ada sentuhan halus rasa kacang tanah (groundnut) yang jadi pembeda utama dari saudaranya yang kuning.
Karena langka, dan sesuai hukum ekonomi yang berlaku sejak dulu, baik yellow caturra maupun red caturra harganya relatif tinggi. Tapi tenang, rasa yang Anda dapatkan sepadan dengan harganya. Jadi, kalau ada kesempatan dan kemampuan untuk mendapatkannya, jangan sampai dilewatkan.