Sebagai prosesor kopi, kerja kami dimulai dari satu keyakinan sederhana: kopi sudah punya karakternya sendiri.
Melalui proses pengolahan, kami mengeksplorasi berbagai pendekatan fermentasi, penjemuran, dan penanganan, untuk memahami bagaimana kopi Flores bisa mengekspresikan dirinya di dalam cangkir. Namun begitu kopi meninggalkan lokasi pengolahan, tanggung jawab kami terhadap kopi itu tidak berhenti di situ.
Setiap hari, kami melakukan cupping terhadap kopi kami dan mengamati dengan saksama aroma, tingkat keasaman, rasa manis, body, kejernihan rasa, aftertaste, dan keseimbangan keseluruhannya. Dari setiap musim panen, kami belajar lebih banyak tentang setiap kopi.
Cupping session at the Tuang Coffee processing site
Mencicipi Hasil dari Proses
Setiap kopi bercerita dengan caranya sendiri. Perubahan pada proses fermentasi bisa memunculkan jenis rasa yang berbeda, pendekatan penjemuran yang berbeda bisa mengubah keseimbangan rasa di dalam cangkir. Bahkan kopi yang berasal dari kebun yang sama pun bisa terasa berbeda tergantung bagaimana ia diproses.
Inilah yang membuat proses pengolahan terasa seru bagi kami. Lewat cupping harian, kami terus mengeksplorasi bagaimana setiap kopi mengekspresikan dirinya. Alih-alih menentukan standar "kopi enak" itu harus seperti apa, kami lebih memilih untuk mengapresiasi apa yang membuat setiap kopi menjadi berbeda.
Pouring each sample for the day's cupping session
Bagi Tuang Coffee, cupping harian adalah cara kami tetap terhubung dengan pekerjaan kami sebagai prosesor. Dengan mencicipi setiap kopi secara konsisten, kami bisa mengapresiasi apa yang telah dihasilkan oleh proses tersebut dan terus belajar dari apa yang kami rasakan. Dan sejujurnya, ini salah satu bagian pekerjaan yang paling kami nikmati. Kopi selalu punya cara untuk mengejutkan kami. Lot yang berbeda, proses yang berbeda, dan pendekatan yang berbeda bisa menghasilkan rasa dan karakter yang benar-benar berbeda pula.
Kualitas adalah soal memahami kopi dan membiarkannya berbicara sendiri di dalam cangkir.