Produk Baru! Lot Eksperimental Anaerobic Natural Sudah Tersedia. Lihat Koleksinya

Cerita Kami Kopi Journey Kunjungi Kami
ID EN
Shop
← Kembali ke Journey

The TuangCoffee Team · 25 May 2022

Kenapa Harga Kopi Naik Signifikan?

Kenapa Harga Kopi Naik Signifikan?
Saat orang-orang di seluruh dunia perlahan kembali ke kehidupan sebelum pandemi COVID-19, yang biasanya berarti lebih banyak bepergian dan lebih banyak ngopi, ada satu hal yang mulai jadi bahan obrolan para penggemar kopi, bahkan para pemilik coffee shop: harga kopi yang naik. Ya, kenaikan harga kopi memang sedang terjadi. Dan bukan hanya di pasar tertentu, tapi di seluruh dunia.

Kenapa bisa begitu? Sederhananya, semua kembali ke hukum dasar penawaran dan permintaan, yang dalam bisnis kopi sangat dipengaruhi oleh alam, atau dalam kasus ini, oleh perubahan iklim.

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?

Sepertiga kopi dunia berasal dari Brazil, yang menjadikannya produsen kopi terbesar di dunia. Sayangnya, Brazil belum lama ini dilanda frost (embun beku) yang ekstrem. Frost sebenarnya fenomena alami yang terjadi setiap tahun, tapi frost tahun 2021 adalah yang terparah dalam dua dekade terakhir. Bahkan Minas Gerais, salah satu negara bagian penghasil kopi terbesar di Brazil, terdampak cukup parah.

Frost terjadi ketika suhu udara yang "bersentuhan" dengan tanah turun di bawah titik beku air, sehingga terbentuk salju dan es. Sebagai tanaman tropis, kopi tidak tahan suhu rendah, terutama di bawah 5° Celsius. Suhu di bawah nol bahkan mematikan, karena saat suhu turun di bawah 0° Celsius, terbentuklah black frost. Berbeda dari white frost yang hanya muncul di daun dan tidak merusak secara permanen, black frost menyebabkan "frost burn". Frost burn bisa mematikan seluruh tanaman, apalagi tanaman muda yang belum berbuah. Sekarang bayangkan apa yang bisa dilakukan suhu rata-rata -1,2° Celsius terhadap lebih dari 1 juta hektare lahan kopi. Itulah yang terjadi di Minas Gerais.

Pohon kopi yang mati tidak bisa begitu saja diganti dengan bibit baru. Butuh waktu sampai lima tahun hanya untuk mendapatkan panen yang layak, dan sampai tujuh tahun untuk memulihkan produksi ke tingkat maksimal. Banyak analis dan pakar mengomentari betapa parahnya dampak situasi ini terhadap produksi kopi dunia, dan di situlah harga kopi global ikut terkerek naik.

Apakah pasar Indonesia juga terdampak?

Kalau Anda tinggal di Indonesia, dalam beberapa bulan terakhir Anda mungkin merasakan panas yang menyengat di beberapa hari dan hujan yang tidak menentu di hari lain, sampai bertanya-tanya sebenarnya sekarang musim apa. Sayangnya, ini juga salah satu dampak perubahan iklim. Cuaca ekstrem bisa mengacaukan musim panen kopi, dan petani kopi Indonesia memang pernah mengalami gagal panen akibat hujan yang tidak menentu. Di sisi lain, udara panas memperpanjang masa terbang serangga, sehingga mereka bisa menjangkau jarak yang lebih jauh dalam waktu yang lebih lama. Selain itu, sebagian area yang saat ini ditanami Arabica mungkin perlu langkah adaptasi untuk meredam dampak perubahan iklim, dan di beberapa area, petani mungkin perlu beralih dari Arabica ke Robusta.

Tentu saja kita tidak bisa melawan alam. Yang bisa kita lakukan adalah beradaptasi dengan perubahan besar ini. Penyesuaian dalam pengelolaan kebun kopi, baik dari sisi teknis maupun organisasi, bisa jadi langkah awal yang baik untuk memperbaiki praktik pertanian lokal. Dengan dukungan pemerintah dan pihak swasta, mungkin kita bisa melakukan sesuatu yang berarti untuk meringankan kekhawatiran para petani kopi lokal yang sudah bekerja begitu keras.
← Kembali ke Journey