Dari luar, semua biji kopi terlihat sama, apalagi kalau cuma dilihat sekilas. Bedanya baru terasa setelah dikemas: kopi komersial biasanya sudah berbentuk bubuk dalam kaleng, sementara specialty coffee masih berupa whole bean yang perlu digiling dulu sebelum diseduh.
Jadi, apa sebenarnya arti "specialty coffee" dan "kopi komersial"?
Sederhananya, specialty coffee adalah kopi berkualitas tinggi dengan flavor yang khas, yang ditentukan oleh tanah tempatnya tumbuh serta cara ia diolah, disortir, dan di-roasting. Kopi komersial, di sisi lain, lebih mengandalkan flavor dari campuran biji lain seperti kakao atau kacang-kacangan. Tidak perlu bingung dengan pembagian ini. Cukup pahami perbedaan utamanya, supaya Anda bisa menentukan mana yang paling cocok untuk bisnis kopi Anda.
1. Kualitas berdasarkan skala cupping
Kami pernah membahas specialty coffee dan cara penilaiannya lewat protokol cupping dari Specialty Coffee Association of America (SCAA). Specialty coffee meraih skor di atas 80 dari skala 100, sementara kebanyakan kopi komersial berada di bawah 75. Specialty coffee ditanam di ketinggian yang tepat, di tanah terbaik, pada waktu yang tepat, dan dipetik tepat pada waktunya. Hasilnya? Profil rasa yang khas dan biji kopi kelas atas.
2. Defect pada kopi
Defect bisa memengaruhi rasa kopi, misalnya rasa pahit atau asam yang berlebihan, atau cacat rasa lain seperti "baggy" dan berjamur. Karena selera kopi sangat subjektif, sebagian orang mungkin justru menyukainya. Tapi pada specialty coffee, defect sangat jarang ditemukan, berkat perhatian dan perawatan yang begitu telaten dari petaninya. Dengan tangan mereka sendiri, petani memilih ceri yang matang sempurna dengan cacat sesedikit mungkin.
3. Kopi kaya rasa vs kopi biasa
Fakta menarik: tanah tempat kopi ditanam ikut menentukan flavor-nya. Karena tumbuh di dataran yang lebih tinggi, specialty coffee cenderung punya flavor yang khas, seperti rasa fruity dan aroma floral, sementara kopi komersial rasanya persis seperti namanya: "cuma kopi". Kopi komersial juga cenderung kurang asam, sedangkan specialty coffee menawarkan berbagai tingkat keasaman yang menyenangkan, dari ringan sampai bright. Pilihan yang kaya kualitas sekaligus kaya rasa.
Tidak seperti manusia, tidak semua kopi terlahir setara. Sekarang, setelah tahu perbedaan utama antara specialty coffee dan kopi komersial, pertimbangkan budget, kemudahan akses, dan target pelanggan Anda sebelum memutuskan jenis kopi untuk bisnis Anda. Satu hal yang pasti: specialty coffee jelas layak jadi investasi, atau setidaknya, layak dicoba.